Kamis, 22 Mei 2014

Gurindam

Kini, kupijak dunia dengan kaki kecilku.
Tanpa pegangan, tanpa rengkuhan,
dan tanpa genggaman.

Dan kini, telah kupandang angkara
yang datang bertubi.
Angkara yang tanpa kamuflase,
bukan skenario yang direka,
dan itu bukan semu!
Bunda, 
aku ingin kembali mencecap sinar lampu senthir
meski hanya sejumput,
daripada harus terkapar dalam cahaya neon yang mendera.

Genggam aku, Bunda!
Dengan gurindammu yang manis,

di balik pahit petuah yang kami resap
setiap hari.

Aku merindu...
Aku merindu...
Aku merindu...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar