Senin, 22 September 2014

Refleksi Kepada Yang Semu

Ketika yang semu mengganti takhta yang nyata, apakah jawabmu?
Ketika yang sementara mengganti takhta yang berkekalan, apakah alasanmu?
Ketika yang tak bertanggung jawab merajai takhta yang berkompeten, apakah tuturmu?
Ketika yang nun menggetarkan hati, mengesampingkan yang ada di samping, berbicarakah engkau?
Ketika yang nun itu berbeda dan masih menggetarkan hati, meski kau tahu kalau berbeda itu hanya bisa berdamping, bertuturkah engkau?
Dan ketika angka nol dan satu merajai kehidupan dan mengubah laku insan, mengakukah engkau?

Selasa, 02 September 2014

Seloka Asmara

Daun jambu gugur di tanah
Menguning layu dalam pandangan
Asmara bertebaran dalam darah
Jangan salahkan semua akibat jelingan

Menguning layu dalam pandangan
Rupanya sejuk di mata titian sehari
Jangan salahkan semua akibat jelingan
Ekor mata sakti berkepinglah hati

Rupanya sejuk di mata titian sehari
Bak teratai menggenang anggun parasnya
Ekor mata sakti berkepinglah hati
Kiambang kasih tak dapat kubendung sudahnya

Bak teratai menggenang anggun parasnya
Paras indah takkan pedoman selalu
Kiambang kasih tak dapat kubendung sudahnya
Budi sedetikmu hangatkan selalu