Ketika yang semu mengganti takhta yang nyata, apakah jawabmu?
Ketika yang sementara mengganti takhta yang berkekalan, apakah alasanmu?
Ketika yang tak bertanggung jawab merajai takhta yang berkompeten, apakah tuturmu?
Ketika yang nun menggetarkan hati, mengesampingkan yang ada di samping, berbicarakah engkau?
Ketika yang nun itu berbeda dan masih menggetarkan hati, meski kau tahu kalau berbeda itu hanya bisa berdamping, bertuturkah engkau?
Dan ketika angka nol dan satu merajai kehidupan dan mengubah laku insan, mengakukah engkau?
Tidak ada komentar:
Posting Komentar