Kamis, 28 Agustus 2014

Rasakanlah

Dan rasakanlah tuguku, 
dan luahkanlah setiap rasa
yang bersemadi dan berpendar
meski harus kusibak
ratusan--bahkan ribuan kali!

Tugu-tugu pertahanan ini telah meretak
: terkikis selumbar demi selumbar

karena pahat yang tak tentu arah.
Mencoba mengikis agar mengetahui
rahasia demi rahasia--sampai kambiumku!

Hingga pada saatnya aku retak:
jangan tanya!

Tidak ada komentar:

Posting Komentar