Dan rasakanlah tuguku,
dan luahkanlah setiap rasa
yang bersemadi dan berpendar
meski harus kusibak
ratusan--bahkan ribuan kali!
Tugu-tugu pertahanan ini telah meretak
: terkikis selumbar demi selumbar
karena pahat yang tak tentu arah.
Mencoba mengikis agar mengetahui
rahasia demi rahasia--sampai kambiumku!
Hingga pada saatnya aku retak:
jangan tanya!
Tidak ada komentar:
Posting Komentar