Ketika terbuka kelopak matamu,
apakah terbias pandangan,
bahwa jejak mayapada
bukan sebuah rentang senang
yang akan membawamu
menuju puncak gemilang?
Sepikirkah kita?
Ketika mentari menyibak lentera malam,
apakah tersengat matamu dan terbuka
bahwa rentang dunia penuh cabar menyesakkan?
Penuh kasam, mengotori kalbu
mencoba menutup mistik-Nya yang mencoba bersuara:
tanpa setitikpun kekata!
Sepikirkah kita?
Jangan sesat,
jangan tenggelam dalam gelap!
Jangan berkasam!
Teluskanlah sukma-Nya, kotakan dalam sanubari!
Terinspirasi dari tiga lagu Melayu tradisional
berentak sufi timur tengah:
Nirmala, Satu Ta'akulan, dan Samrah Mentari.
Terinspirasi dari tiga lagu Melayu tradisional
berentak sufi timur tengah:
Nirmala, Satu Ta'akulan, dan Samrah Mentari.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar