Sayang,
jangan pernah lelah
menanti detik itu.
Menanti detik untuk
saling bergandeng dalam otak.
Tahukah kamu?
Kalau aku lelah berada
dalam sedu-sedan
yang kusulam sendiri
karena menantimu?
Tahukah kamu?
Kalau aku terlalu malas
berlama-lama
dalam fana yang kubentuk sendiri
karena sibuk memikirkanmu?
Aku yakin, akan ada saatnya
kita berdekatan.
Entah sebagai apa?
cuma Sahabatku yang mengetahui--
yang ada di setiap embus bayu
terselip dalam desah-desah mimpi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar