Antara ketenangan dan kegundahan,
aku merasa kini semarak itu melenyap.
Aku menanti gemalainya bayu,
yang membuat tangan melenggang-lenggok--
lentik... cantik....
Aku menanti ceracap
yang membuatku menari
merobohkan dinding-dinding,
menghancurkan sepi--
terdiam mati aku di sini!
Mati menyergap...
dan... drap...
darah... drap...
datang... drap...
mem... drap...
buncah...
Tidak ada komentar:
Posting Komentar