Minggu, 15 Juni 2014

Menanti

Antara ketenangan dan kegundahan,
aku merasa kini semarak itu melenyap.
Aku menanti gemalainya bayu,
yang membuat tangan melenggang-lenggok--
lentik... cantik....

Aku menanti ceracap 
yang membuatku menari
merobohkan dinding-dinding,
menghancurkan sepi--
terdiam mati aku di sini!

Mati menyergap...

dan... drap...
darah... drap...
datang... drap...
mem... drap...
buncah...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar