Rabu, 18 Juni 2014

Menangisi Benih

Dengan ceria, aku berhasrat untuk menanam bunga mawar. Kunanti rekahnya, dan kurawat setiap hari. Tak lupa kusiram. Ku bermimpi mawar itu akan memancarkan keayuannya meski ia berduri. 
Kulihat dari jendela, ternyata ia belum tumbuh. 

Perlahan, aku melihat kalau mawar itu mulai menyembulkan tunasnya, hingga akhirnya perlahan ia memancarkan keindahannya. Merah. Merekah. Merona. Memesona. Ah, mimpiku terwujud!

Aku lalu keluar kamar dan memetik... aw! Tanganku tertusuk, dan aku berdarah. Sakit... sakit... sakit... Dan aku menangisi benih yang aku harapkan tumbuh dengan indahnya...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar