Aku amat canggung. Melihat pahat-pahat-Nya dalam setiap gurat wajahmu. Melihat tegaknya langkahmu. Melihat geligi-geligi yang menambah karisma dalam setiap tubuhmu.
Dan, aku bodoh.
Aku hanya bisa memberimu isyarat.
Aku begitu takut. Begitu takut untuk menggenggam dan mengambilmu. Bagaimanakah aku tidak takut? Kau laksana bayangan yang membayang--khatulistiwa. Hanya khayalkah kau yang selalu datang dalam tiap delusi yang menyerangku?
Dan, aku bodoh.
Aku hanya bisa memberimu isyarat.
Aku sangat sengsara. Kau bagaikan gergasi, penyiksa hati. Hatiku makin ciut melihatmu. Dengan banyak orang di sampingmu. Aku melayu, ya. Melayu! Layu karena aku semakin tahu kalau mengidamkanmu hanya akan memberiku sebuah injak.
Dan, aku bodoh.
Aku hanya bisa memberimu isyarat.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar