Kamis, 19 Juni 2014

Memori Berbisik

Mungkin, judul puisi ini basi.
Biasa. Tak bermakna.
Namun, entah mengapa
untaian memori bergerak
dan seakan berpori-pori.

Namun, ini kusampaikan,
karena ia benar-benar bernyawa
dan bernapas. Dan ia berbisik kepadaku,
"Hai, ingatkah kamu akan aku,
hal yang kau sebut dengan 'memori'
yang menciptakan untaian kemanisan
untukmu dan untuknya?"

Oh, ia berbisik lagi!
"Kau tahu, kan, kini kau dan dia,
hanya dalam hitungan sempadan
dan tak bisa menyentuh satu sama lain?"

Dan aku tercenung.

Ampunkanlah segala dosaku,
seandainya kita tak lagi bertemu.*

Dan aku tak bisa menutup kotak memori itu.
Itu, manis! Manis! 

Memori ini benar-benar berbisik.
Bukan sekadar judul puisi basi!

*petikan lirik lagu Bisikan Hati - Siti Nurhaliza

Tidak ada komentar:

Posting Komentar