Minggu, 08 Maret 2015

Bodo Amat!

Mau kamu meminta aku untuk bersamamu sepanjang segala abad, aku tidak akan pernah mau menggubris pintamu. Meski kau memanjatkan dan menaruh pintamu setinggi bintang, aku tidak akan pernah memetik bintangmu dan menyimpannya dalam sanubariku. Bisakah kamu membayangkan bahwa hatiku sudah penuh dengan perasaan-perasaan yang (sayangnya) penuh dengan maki dan caci untukmu? Penuh, Sayang. Ya, penuh!

Inginku, kau pergi dari pandanganku. Segera. Secepatnya. Tidak perlu menunda. Ya, segera. Ya, secepatnya. Ya, tidak perlu menunda. Oh, ya, segera. Oh, ya, secepatnya. Oh, ya, tidak perlu menunda. Jangan pernah kau menginjak sudut hatiku atau sudut benakku. Lagi. Jangan pernah, Sayang.

Karena aku ingin mengajarimu memahami perasaanku, dan apa yang ingin ku luahkan saat ini.

Bodo amat.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar