Rabu, 11 Maret 2015

Netral

Untuk kamu,
yang kini digenggamnya.


Mentari sudah meninggi, Tampanku.


Bangunlah. Tidak baik seorang lelaki tidur terus-terusan dalam kamar dalam waktu yang lama, meski kamu tidur dalam peluknya. Ah, kamu tidak perlu mengelak. Cukup ceritakan padaku apa yang terjadi dalam mimpimu semalam. Bukankah mimpi seseorang yang kini sudah menemukan pelabuhannya adalah indah? Tampanku, kamu tidak perlu malu untuk mengungkapkan impianmu semalam. Karena segalanya sudah netral.

Karena semuanya sudah netral, aku hanya ingin mengunjungimu. Tapi, perasaanku berbicara bahwa aku tidak bisa berhenti ingin mengunjungi hatimu. Meski pesimisnya hati berbicara bahwa kau tidak akan pernah mau membuka sedikit celah untuk aku masuk. Kini, aku hanya tamu-sambil-lalu. Bukan orang-yang-pernah-singgah di dalam hatimu.

Bangunlah, Tampanku. Carilah dia yang kini menjadi penyemangat harimu. Jangan kau tengok aku. Namun, jangan segan datang padaku, bila kau tertatih kelelahan.

Dari aku,
yang masih untukmu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar